Siapa sih yang nggak kenal GUS DUR...?
Sayang banget kalau sampai nggak kenal beliau, betul..sangat disayangkan...
Tokoh satu ini memang cukup populer, bukan saja di Indonesia....tapi juga di skala dunia.
Pemikirannya meloncat-loncat jauh kedepan....bahkan boleh dikata....para tokoh pemikir kita banyak ketinggalan. Sehingga jadilah beliau menyandang predikat sebagai tokoh yang controversial karena gagasannya selalu diluar benak para tokoh pemikir yang lain.
Penggemar beliau banyak sekali, karena beliau orang yang sangat terbuka, tidak memandang bulu dalam persahabatan,pembicaraannya lugas, gaya hidup serta tampilannyapun sederhana, tidak punya rasa takut, tanpa pamrih dan ikhlas. Ini yang luar biasa pada beliau.
Kalau boleh saya katakan, beliau telah memenuhi kriteria yang terangkum pada tulisan Steven R. Covey dalam bukunya The Eight Habits, yaitu :
1. Sebagai Panutan
2. Sebagai Perintis Jalan
3. Sebagai Penyelaras
4. Sebagai Pemberdaya
Oleh karenanya pantas keagungan menyertainya.
Kalau menurut versi Bung Karno sosok Gus Dur ini adalah seorang muslim yang telah mampu menangkap ROHnya ISLAM, yang telah mampu menjiwai gelegarnya semangat Islam, bukan termasuk kelompok orang-orang Islam SONTOLOYO. Tentang Nasionalismenya menurut saya pribadi sudah tidak diragukan lagi, beliau adalah benar-benar pembela bangsa, pembela NKRI dan Pancasilais sejati.
Kemudian kalau diukur dari pendapat Raden Ajeng Kartini, beliau adalah seorang bangsawan, bukan dalam pengertian keturunan raja-raja, tetapi adalah karena beliau seorang pembela bangsa yang sejati, seseorang yang besar sekali minatnya untuk memberdayakan bangsanya.
Dan menurut Yayasan Simon Weisenthal di Amerika Serikat, Gus Dur adalah seorang Pejuang Toleransi dan Perdamaian di Dunia. Hingga pada bulan Mei 2008 beliau memperoleh MEDAL OF VALOR atau MEDALI KESATRIA dari yayasan ini.
Namun.....
Sekarang beliau telah tiada, tepatnya kemarin hari Rabu tanggal 30 Desember 2009 pukul 18.45 di Jakarta. Kita telah kehilangan SANG PENDOBRAK, SANG PEMBERANI, yang controversial, tapi juga humoris, sederhana, humanis, mencintai semua umat, pembela si kecil serta kaum minoritas. Ah entah... apa lagi...banyak yang saya nggak mampu menyebutnya...
Kiranya Allah SWT telah menghendaki ...... dan cukup sampai disini kiprah beliau di dunia.
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Semoga amal dan ibadah beliau diterima disisi Allah. Amin.
Meretas Belenggu ?Hypnotizability?
7 tahun yang lalu
SELAMAT JALAN GUS DUR
BalasHapusSemoga Tuhan Memberi Tempat yang Tepat di Hari Pembalasan
dan kami yang ditinggalkan dapat belajar, mewarisi dan menerapkan cara berdemokrasi dan menghargai hak berpendapat orang lain seperti yang engkau jalankan
bakudara [dot] com
hingga kini saya belum bisa menemukan sosok elite bangsa sekaliber gus dur yang humanis dan punya nyali besar utk dicaci dan dinistakan. entah, kapan negeri ini mampu melahirkan sosok sekaliber beliau. selamat jalan, gus, doa kami selalu menyertai perjalanan sampeyan ke alam keabadian. salam hangat dari kendal, pakde gus. tahu kalau sampeyan di dekat suramadu, pasti saya mampir.
BalasHapusGus Dur ... Engkau memang kontroversi ... namun Jasamu besar buat bangsa ini ...
BalasHapusSelamat Jalan Pahlawan ...
Halo , Mas Adi Sawangan....sayang tidak ninggalin URL atau alamat yang lain, jadi nggak bisa njenguk balik nih....
BalasHapusPak De Guh
Ya kita hanya bisa mendoakan, mudah2an diterima semua amal kebaikannya dan diampuni semua kesalahannya, itulah yg sekarang dibutuhkan oleh Gus Dur.
BalasHapussemoga amal ibadahnya diterima disisinya. Amin.
BalasHapus:D