Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2010

AL-KHULAFA AR-RASYIDIN

      Sejak semula ternyata memang sudah ada penugasan kepada manusia untuk menjadi khalifah, coba mari kita teliti bagaimana Firman Allah SWT yang terkait dengan hal itu pada Surat Al-Baqarah ayat 30 :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”
      Khalifah menurut beberapa kamus adalah merupakan bentuk tunggal yang artinya ialah “pengganti” atau pemegang mandat atau pemegang amanat. Apakah kira-kira tepatnya pengertian khalifah itu di zaman sekarang ini ?.
Kalau pemahaman penulis khalifah adalah manajer atau pengelola, yaitu orang yang memegang amanat kekuasaan untuk mengendalikan kelangsungan suatu bisnis, baik itu dalam bentuk rumah tangga, perkumpulan sosial, usaha perekonomian ataupun bisnis lain yang bisa juga lebih luas berupa urusan penyelenggaraan pemerintahan negara.
     Berangkat dari sini kita coba bahas apa Al Khulafa Ar-Rasyidin itu, yang begitu populer dan menjadi suatu anjuran bagi kita umat Islam untuk bisa meneladani sepak terjang dan perilaku beliau-beliau itu.
Khulafa adalah suatu bentuk jamak dari khalifah , jadi apabila khalifah dimaknai sebagai seorang manager, maka khulafa mempunyai pengertian para manajer. Kalau khalifah dimaknai sebagai seorang kepala rumah tangga , maka khulafa mempunyai arti para kepala rumah tangga. Dan apabila khalifah bermakna sebagai seorang Presiden, maka khulafa adalah dimaksudkan para Presiden. Kiranya sudah kita pahami bahwa kata para menunjukkan jumlah lebih dari satu.
      Kemudian apa pula Ar-Rasyidin ?
      Kalau kita simak dari buku Ninety-Nine Names of Allah , tulisan Al-Hajj Shaikh Muzaffereddin, terbitan Gunung Agung , 1981. kita peroleh Ar-Rasyid adalah The Guide to the Right Path dengan penjelasan He who is the guide , with wisdom, to the right path acording to His eternal plan. Kurang lebih secara bebas penulis memaknai A-Rasyid adalah Yang Maha Penuntun ke Garis takdir yang Benar. Kemudian penjelasannya adalah : Dia Yang Maha Penuntun dengan Bijaksana ke Garis Takdir yang Benar menurut Rencana Abadi-Nya.
Dari situ kita pahami rasyidin atau rasyidina adalah orang yang memperoleh petunjuk yang benar , atau memperoleh petunjuk yang lurus, atau boleh dikata orang yang tidak pernah melenceng dari rel ketentuan yang sudah ditetapan.
Sekarang dapat kita pahami apa yang dimaksud dengan Al-Khulafa Ar-Rasyidin. Kiranya tidak lain ialah mereka Para Khalifah yang telah memperoleh tuntunan di jalan yang lurus oleh Allah SWT, sehingga tak pernah melenceng dari ketentuan-ketentuan dari apa yang telah di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Mereka adalah para pemimpin yang kokoh berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya.
       Kemudian siapa sajakah mereka itu ?
       Ternyata hanya ada empat orang yang berhak memperoleh gelar Khalifah Rasyidin. Beliau-beliau itu tak lain adalah para sahabat Nabi sendiri yang berturut-turut memegang pemerintahan setelah sepeninggal beliau. Keempat tokoh ini memang sudah teruji sejauh mana pembelaan mereka terhadap Perjuangan Rasulullah SAW dalam melaksana perintah Allah SWT untuk memperbaiki akhlak manusia. Mereka itu adalah :
1. Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
2. Khalifah Umar bin Khaththab
3. Khalifah Usman bin Affan
4. Khalifah Ali bin Abi Thalib
      Demikian sekilas pengenalan kita pada sejarah Islam, semoga yang demikian bisa menambah semangat kita dalam menghidup-hidupkan pembinaan moral, menuju kepada Akhlakul Karimah seperti yang terus diperjuangkan oleh beliau para pendahulu.
      Di Nusantara yang tercinta ini kita kenal para pejuang yang gigih menghidup-hidupkan harkat martabat bangsa Indoesia, yang kiranya juga patut diteladani , Inilah mereka :


 Insya Allah dilain kesempatan kita lanjut.

   Literatur :
- AL-QUR’AN, DEPAG RI, 1965
- NASEHAT 125 ULAMA BESAR ,
   MAHYUDIN IBROHIM,1987
- THE NINETY-NINE NAMES OF ALLAH,  AL-HAJJ SHIKH
   MUZAFFEREDDIN, 1980

Senin, 05 Oktober 2009

BACA itulah PERINTAH ALLAH yang pertama

IQRO' atau BACA
Ternyata itulah penekanan pertama Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Apakah pengertiannya itu ?
Ternyata membaca itu memang utama bagi kehidupan manusia
Sebab membaca harus diawali dengan mengenal simbul-simbul
Mengenal tanda-tanda
Mampu merangkai simbul-simbul atau tanda-tanda tersebut hingga bisa dipahami dan mempunyai makna
Kemudian memanfaatkan makna-makna tersebut untuk membuat keputusan bagi langkah hidupnya kedepan.
Itu semua tentu saja dibutuhkan akal atau fikiran kita
Kemampuan nalar kita
Imajinasi kita
Analisa kita
Dan lain-lain selanjutnya dan sebagainya...
Yah tepat sekali kalau dikatakan Islam adalah agama akal
Sebab tanpa akal tak mungkinlah orang bisa melaksanakan Islam.
Contoh yang sederhana
Mana ada orang gila diwajibkan sholat ...?
Mana ada orang mabuk diwajibkan sholat...?
Nah inilah...,
Islam hanya bagi mereka yang sehat akalnya
Bagi mereka yang tidak sehat akalnya ...?
Yah dikasi cuti dululah.....
Sampai dia sehat akalnya...
Kemudian bagaimana orang-orang yang jadi koruptor itu...?
Mereka tidak mungkin mau kalau dikatakan tidak beragama Islam
Dan tidak mau pula di kategorikan orang gila atau orang mabuk..
Memang pada umumnya mereka itu tampak sebagai orang-orang yang cerdas dan sehat akal
Memang mereka juga bukan pemabok jalanan seperti anak-anak muda yang sedang kepingin diakui kehebatannya dalam menenggak alkohol
Memang pada umumnya mereka umat Islam juga...
Yah disitulah masalahnya...
Agama Islam cuma dijadikan kemul
Tahu kemul....?
Kemul itu sama dengan selimut
Artinya Islam cuma dijadikan penutup diri semata agar terlindungi....
Yah ini simbul juga lho.....!!!
Jangan-jangan simbul-simbul ini kalau tidak diwaspadai oleh anak-anak muda atau mahasiswa akan berkembang jadi gulung tikarnya Indonesia impian para faonding father kita.
Slamet-slamet mandar diparingi slamet....
Yah inilah sekarang , simbul-simbul inilah yang sekarang harus mampu ditangkap maknanya oleh para generasi muda Indonesia.

Kembali lagi :
IQRO' BISMI ROBBIKA LADZI KHOLAQ
Bacalah dengan nama Yang Maha Kuasa Atas kamu dan yang Maha Pencipta.

Yah....mari kita pahami tanda-tanda
Mari kita pahami simbul-simbul....
Mari kita tangkap
Apa kiranya yang dikehendaki Allah SWT atas diri kita semua..
Dan harus berbuat apakah sebaiknya kita
Menselaraskan dengan ridho Allah SWT.

Semoga Indonesia
Masih dikarunia Pemimpin Yang Tegas
Pemimpin Yang bertanggung jawab
Pemimpin yang memahami greget masyarakatnya..
Amin
Amin Ya Robbal Alamin